You are here
Home > Islam > Hukum Islam > Hakikat Maslahat dan Mafsadat Dalam Kehidupan

Hakikat Maslahat dan Mafsadat Dalam Kehidupan

Sebagian besar kemaslahatan dunia dan mafsadatnya telah diketahui oleh akal. Pengetahuan yang berhubungan dengan perihal ini termasuk sebagian besar pokok bahasan syari’at melaksanakan kemaslahatan yang murni dan menolak kemafsadatan murni merupakan tindakan yang sangat terpuji bagi kehidupan manusia.

Pada prinsipnya segala tindakan yang diperintahkan oleh syari’at itu akan mengandung kemaslahatan, baik di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, seluruh perbuatan yang dilarang syari’at itu akan mengandung kemafsadatan di dunia dan di akhirat. Dengan demikian, setiap pekerjaan yang membuahkan kemaslahatan yang begitu luas termasuk amal yang utama. Sebaliknya, suatu tindakan yang memiliki dampak buruk begitu luas, maka termasuk sesuatu buruk pula.

Kemaslahatan yang paling utama adalah ma’rifat, iman, dan taat kepada Allah. Sedangkan mafsadat yang paling buruk adalah bodoh, kafir, fasik dan berlaku maksiat kepada Allah. Dengan demikian besar kecilnya kemaslahatan dan kemafsadatan yang telah dilakukan.

Kemaslahatan terbagi menjadi empat bagian, yaitu lezat dan sebab-sebabnya, kebahagiaan dan sebab-sebabnya. Kemafsadatan pun juga terdiri empat bagian, yaitu sakit dan sebab-sebabnya, penderitaan dan sebab-sebabnya.

Apa yang terkandung di dalam Al-Qur’an sebagian besar merupakan himbauan melakukan kemaslahatan atau sebab-sebabnya, serta melarang terhadap mafsadat dan sebab-sebabnya. Kemudian kemaslahatan dunia itu tidaklah sebanding dengan kemaslahatan akhirat, karena kemaslahatan terbesar di akhirat nanti akan berupa ridha Allah, kekal abadi di dalam surga, bisa melihat kepada-Nya. Sebaliknya kemafsadatan akhirat akan berupa kekal dalam neraka, mendapat murka dan terhalang melihat-Nya.

Disarikan dari Kaidah-Kaidah Hukum Islam (Syekh ‘Izzuddin Ibnu Salam)

Leave a Reply

Top