Introspeksi Sebagai Langkah Untuk Memacu Diri Lebih Baik

Dalam kehidupan yang kita jalani ini, terlebih dengan rutinitas yang sangat padat sehingga banyak melupakan terkait dengan diri sangat banyak kita lihat dalam berbagai bidang di masyarakat.

Kita sebagai makhluk hidup harus proporsional dalam menempatkan diri agar hak-hak diri atau sesuatu yang terkait dengan diri jangan sampai terbengkalai, seperti contoh : makan terlambat, kurangnya tidur, penggunaan HP yang berlebihan, mementingkan pekerjaan daripada kesehatan diri sendiri dan lain sebagainya.

Berbagai contoh di atas jika sudah banyak menjangkiti kebanyakan orang, terlebih dalam dunia yang sangat individualitasnya termasuk tinggi sampai mengharagai diri sendiri pun terasa tidak ada sama sekali.

Dalam tulisan ini, penulis berharap mereka yang kurang sadar terhadap dirinya atau dengan bahasa lain kurang melihat dirinya untuk apa dan apa yang akan dicapainya tidak cuma di dunia harus berusaha sedikit merubah mindset-nya terhadap kehidupan. Hidup tidak cuma untuk di dunia melainkan hidup di dunia cuma untuk mempersiapkan dalam kehidupan yang kekal abadi di akhirat kelak.

Kesadaran atau introspeksi diri tidak selalu muncul dari dalam diri sendiri, tetapi bisa juga dari faktor luar baik dari lingkungan keluarga, teman, bacaan bahkan orang yang tidak dikenalnya. Jika terketuk hatinya untuk sadar hidup adakalanya bekerja, berkumpul dengan keluarga, berbagi kebahagian dengan orang dan lain sebagainya maka hidupnya akan indah dan mendamaikan.

Tak ada kebahagian yang hakiki jika cuma dirasakan sendiri, melainkan dengan berbagi kebahagiaan itulah sebenar-benarnya nilai dari namanya bahagia. Dengan terketuk untuk berbagai kebahagiaan maka tidak akan kita dengar lagi adanya orang kelaparan, anak-anak yang tidak sekolah, gelandangan di jalan dan berbagai contoh lainnya.

Dengan introspeksi itulah langkah untuk memacu diri lebih baik dalam menjalani hidup dan kehidupan karena hidup di dunia cuma sekali, dan dengan sadar proporsi kehidupan maka jalan kehidupan akan terarah dan menentramkan jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*