You are here
Home > Inspirasi > Jagalah Hati Dengan Dzikir dan Berpikir Positif

Jagalah Hati Dengan Dzikir dan Berpikir Positif

Hati merupakan organ tubuh manusia yang tidak nampak secara fisik di luar tubuh manusia, tetapi salah satu yang memegang peran penting dalam metabolisme kehidupan manusia.

Jikalau hati tidak berfungsi sebagaimana mestinya lagi, bisa dipastikan maka tubuh akan mengalami daya tahan diri yang lemah dan mudah dihinggapi penyakit.

Ketika sehat ingatlah bahwa sakit itu tidak menyenangkan, apalagi jika berbicara masalah hati maka bisa dikategorikan masalahnya menjadi 2 buah, yaitu hati berupa organ tubuh dan hati berupa ciptaan yang bisa memfilter perbuatan manusia.

Kedua kategori di atas tentang hati sama-sama penting karena bisa kita ibaratkan hati sebagai organ tubuh itu lebih duniawi, sedangkan organ yang memfilter perbuatan manusia arahnya lebih ukhrawi karena tidak terlihat secara fisik walaupun berada dalam bentuk organ tubuh manusia.

Dalam tulisan ini, lebih menekankan pada organ yang memfilter perbuatan manusia. Setelah ditelaah lebih mendalam organ yang memfilter perbuatan manusia ini yang bisa kita sebut hati sangat komplek dan rumit jika dibahas dalam satu bidang dalam kehidupan saja.

Hati memiliki peran yang tak terlihat tapi hasil dari pertimbangan hati bisa bermanfaat bagi orang banyak atau bahkan bisa memudharatkan orang banyak.

Benarlah Firman Tuhan yang menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari segumpal darah yang membeku menjadi organ hati dan darinyalah menjadi organ-organ lainnya hingga terbentuk makhluk yang bernama manusia.

Oleh sebab itu, manusia yang dalam kehidupannya melibatkan hatinya akan berjalan sesuai fitrahnya sebagai manusia karena dari itulah kebaikan berasal, sebaliknya jika manusia yang tidak memperhatikan dorongan hatinya dalam berbuat baik justru malah mengedepankan hawa nafsunya dalam kehidupan maka tunggulah kehancurannya karena bertentangan dengan fitrah manusia melakukan kerusakan.

Jika hati tidak dipergunakan dalam kehidupan maka hati akan mati dan rahmat Tuhan serta pantulah Ilahiyah pun tidak akan memantul lagi dalam diri manusia karena hatinya tertutup dan buram menerima kebaikan Tuhan.

Hati yang mati bisa kita istilahkan hatinya dalam kondisi sakit, karena tidak bisa memfilter mana yang baik dan buruk dan bertindak sesuai hawa nafsunya saja, asalkan menyenangkan menurutnya dilakukannya dan hal tersebut akan mengalami titik jenuh pada akhirnya hingga menemukan kebuntuan sampai kepuasannya selesai dan ternyata kepuasannya tidak pernah memberikan kebaikan untuk dirinya.

Agama dalam mengatur hati memberikan tuntunan akan berbuat baik dan juga selalu mengingat Tuhan agar bisa menerima petunjuk Tuhan sehingga kehidupannya menjadi lebih baik karena hatinya selalu kontak dengan Tuhan yang berarti hatinya sehat dalam menjalani kehidupan.

Pentingnya peranan hati dalam memfilter atau menyaring apa yang akan diperbuat dalam kehidupan tentunya harus dipelajari dengan kesungguhan bahwa manusia ini memang terlahir baik dan sesuai fitrahnya harus menjadi khalifah (memakmurkan) dunia ini dengan kemampuan dirinya masing-masing untuk berbuat kebaikan di dunia.

Dalam firman Tuhan juga dijelaskan bahwa “Orang yang banyak mengingat Tuhan maka hatinya akan tenang“. Hal ini menandakan bahwa jika ingin kehidupan berjalan sesuai fitrah jangan sampai hati kita lepas dari mengingat Tuhan dalam sendi-sendi kehidupan karena dengan mengingat Tuhan tentunya kita mendapatkan rahmat dan petunjuk dalam kehidupan agar bisa menjalani hidup dan kehidupan dalam kebaikan karena kita memilah dan memilih mana yang harus diikuti dan yang ditinggalkan, mana yang harus diambil dan yang tidak perlu untuk kita.

Selain itu, hati yang bersih dan sehat akan mendorong diri dalam berpikir positif dalam kehidupan. Sudah banyak contoh dalam kehidupan orang yang berpikiran positif jauh dari masalah dan kehidupannya lebih bahagia karena tidak mengurusi hal yang tidak penting apalagi urusan orang lain.

Berpikir positif menandakan dirinya optimis dalam ketentuan Tuhan yang dilatih dari pengendalian diri dalam filter hati dalam diri manusia apakah dia bisa mengarahkan pada hal baik atau tidak.

Berpikir positif sudah tentu mengarahkan pada hal yang baik, sebaliknya dengan pikiran kotor maka hatinya pun akan diselimuti hal-hal yang menjerumuskan pada hal yang tidak baik.

Marilah kita bersama menjaga agar hati kita menjadi sehat dan baik agar jiwa kita lebih kontak dengan Tuhan dan juga pikiran kita lebih positif memandang hal terjadi dengan berbaik sangka pada keputusan Tuhan.

 

 

Leave a Reply

Top