You are here
Home > Inspirasi > Manusia Hidup Tidak Bisa Sendiri Di Dunia

Manusia Hidup Tidak Bisa Sendiri Di Dunia

Manusia mempunyai berbagai keinginan terhadap dirinya, hal itu merupakan fitrah dalam dirinya. Keinginan yang muncul bisa diusahakannya sendiri tapi lebih banyak memerlukan bantuan orang lain agar keinginannya itu bisa tercapai.

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, kita tidak bisa terlepas dari bantuan orang lain. Misalnya, mau memasak, perlu bahan-bahan yang dimasak dan itu tentu saja orang lain yang bisa menyediakannya di pasar atau di warung.

Oleh sebab itu, adanya keterkaitan dalam pemenuhan kehidupan manusia tidak bisa cuma dengan usaha sendiri saja tapi juga harus bergantung pada orang lain.

Zaman sekarang yang semakin maju, manusia seperti tidak memperhatikan lagi lingkungan sekitar dalam berinteraksi dengan masyarakat, karena dalam memenuhi kebutuhannya banyak bergantung dengan teknologi. Ada yang perlu pakaian, tinggal beli online saja. Ada yang memerlukan makanan, tinggal telepon dan siap diantar ke rumah, dan contoh lain sebagainya.

Kemajuan teknologi nampak memudahkan manusia, tapi hendaklah fitrah manusia yang memerlukan orang lain jangan diabaikan. Teknologi yang maju pun tak terlepas dari manusia yang bersama-sama mengerjakannya hingga tercapai tujuannya.

Adapun tulisan ini, mengajak para pembaca agar sikap ke-akuan dan ke-kamuan dihilangkan agar kebersamaan dalam lingkungan masyarakat kembali muncul ke permukaan dalam keberagaman masyarakat kita.

Dahulu, anak-anak tiap hari terlihat bermain di lapangan dengan berbagai permainan yang mendidik mereka. Sekarang permainan itu berganti dengan permainan di tangan karena cukup memegang gadget atau smartphone masing-masing.

Sering kita melihat ketika ada orang berkumpul tapi masing-masing tangan mereka malah asyik bermain gadget, dan suasana kehangatan berkumpul semakin pudar.

Sikap mementingkan diri memang perlu tapi harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, misalnya jika ingin meraih kesuksesan dalam suatu bidang tentu kita harus fokus dan tekun untuk mencapainya hingga berhasil dan itu sangat wajar sikap mementingkan diri. Tapi jika kita ada berlebih dan melihat seseorang yang kelaparan, malah mementingkan diri sendiri karena takut tidak kenyang itu justru sikap yang tidak patut.

Mementingkan diri sendiri jangan sampai merenggut kepentingan orang lain juga, karena diri kita memerlukan orang lain pula dalam memenuhi kebutuhan kita. Jika kita mau berempati dengan orang lain, di lain kesempatan orang pun akan berempati pada kita. Hukum alam akan selaras dengan hukum Tuhan dalam kehidupan manusia di dunia ini.

Leave a Reply

Top