You are here
Home > Bisnis > Menambahkan Keberkahan Hidup dalam Keseimbangan Diri

Menambahkan Keberkahan Hidup dalam Keseimbangan Diri

Manusia hidup dengan segala problematika kehidupannya tentu merasakan berbagai hal yang dirasakannya setiap hari. Setiap yang dirasakan akan berpengaruh terhadap pikiran dirinya yang tentunya bisa mengarahkan ke arah yang baik begitupun sebaliknya.

Semakin dirasakan problematika dalam kehidupan, maka kita akan menemukan sesuatu yang indah yang diberikan Tuhan kepada hamba-Nya yaitu kita bisa mengembangkan sesuatu dalam diri kita dengan baik.

Jika kita kuat merasakan kesedihan, jika bisa mengendalikannya maka sedih itu tidak membuat dirinya lemah justru akan diarahkannya kepada sifat kepekaan dalam melihat orang yang susah atau mengalami kesulitan dan dirinya tergerak untuk membantu.

Jika diri seseorang diamanahi bisa memiliki rejeki yang berlebih, maka akan diarahkannya untuk berbagi dengan bersedekah, menolong orang yang memerlukan serta tidak segan-segan mengeluarkan uangnya untuk membantu saudara-saudara setanah air yang mengalami musibah bencana alam.

Dua contoh di atas sebagai permisalan jika seseorang merasakan sesuatu yang ada dalam dirinya merupakan karunia Tuhan sehingga dirinya tergerak berbuat kebaikan.

Kita diberikan Tuhan karunia sesuatu yang baik dalam kehidupan kita dan itupun juga diberikan kepada makhluk yang lainnya yang bernama manusia dengan keunikannya tersendiri.

Seringkali manusia mengeluh atau berkeluh kesah terhadap apa yang menimpa dirinya, seperti gagal dalam melamar pekerjaan, rugi dalam berdagang, salah perencanaan sehingga banyak membuang waktu dan berbagai masalah lainnya yang dirasakan manusia.

Hal di atas memang sering terjadi di masyarakat kita terhadap saudara-saudara kita. Problematika itu sebenarnya jika diintrospeksi terjadi karena mungkin kesalahan kita sendiri, akibat dari terburu-buru, tidak berhati-hati, tidak mempunyai pengalaman atau pengetahuan tentang hal itu dan lain sebagainya.

Ada seseorang yang cuma berdagang bakso tetapi bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi sampai jadi sarjana, tetapi adapula ada seseorang yang menjadi pengusaha sukses tetapi rumah tangganya setiap hari ribut yang berdampak anaknya kurang mendapatkan perhatian sehingga sekolahnya terlantar hingga dia sukanya tinggal di jalanan daripada di rumah dan masa depannya pun suram.

Kedua permisalan itu biasanya ada di masyarakat kita, kenapa bisa terjadi?? Jika kita merenung, orang yang tinggal di gubuk bisa merasa seperti di surga, tapi orang yang di rumah mewah bisa merasa seperti di neraka.

Hal itu bisa dijawab dengan jawaban sederhana, orang yang tinggal di rumah sederhana dan pedagang bakso itu merasakan keberkahan hidupnya, sedangkan pengusaha yang kaya raya itu kurang berkah atau barokah hidupnya.

Keberkahan hidup itu sesuatu yang tak ternilai harganya dan hanya didapat dari kesabaran dan keimanan yang kuat untuk menjalani kehidupan mencapai ridha-Nya bukan karena materi.

Di bawah ini saya akan mengutip kata-kata seorang pengusaha sukses yaitu Kang Dewa Eka Prayoga (biasa dikenal dengan Dewa Selling), silakan disimak dan ditelaah serta diresapi :

Kalau memang belum sanggup beli Mobil, nggak usah maksa Leasing. Udah motoran aja…

Kalau memang belum sanggup beli Rumah, nggak usah maksa KPR. Udah ngontrak aja…

Kalau memang belum sanggup beli Kantor, nggak usah maksa Ngutang. Udah sewa aja…

Jangan pusing dengan penilaian orang. Pusinglah dengan nasibmu di masa depan jika itu semua kamu lakukan.

Kebanyakan masalah terjadi bukan karena Kebutuhan yang sudah tercukupi, melainkan karena KEINGINAN YANG TERLALU TINGGI tapi tidak terbeli

Kuncinya adalah: SABAR.

Tunda kesenangan. Tunda kesenangan. Tunda kesenangan.

Gaya hidup mewah tidak menunjukkan bahwa hidup kita Kaya. Justru itu semua menunjukkan bahwa kita Banyak Gaya.

Cukup menohok dan menghujam ke diri manusia memang kata-kata Kang Dewa tersebut, tapi memang itu benar.

Sadar terhadap diri bisa menahan diri terhadap yang tidak perlu untuk kita sehingga kita bisa mengarahkan pikiran kita kepada hal yang bermanfaat dan baik untuk diri kita sendiri.

Di sinilah titik keberkahan hidup manusia akan terasa jika kita sadar akan diri kita sendiri. Semuanya yang kita rasakan itu karunia dan nikmat tetapi tiap manusia akan berbeda-beda mendapatkannya sesuai usaha dan ikhtiarnya.

Jika kita bisa menyeimbangkan antara yang dimiliki dan keinginan dalam kehidupan keberkahan hidup akan mewarnai kehidupan manusia untuk lebih mendamaikan diri dalam menghadapi problematika hidup yang bagaimanapun sehingga bisa mencari serta mendapatkan solusinya karena orang yang mendapatkan berkah kehidupannya tidak ada jaminan tidak punya masalah.

Justru dengan adanya keberkahan hidup itulah masalah bisa dipecahkan secara baik dan keseimbangan hidup dalam menjalani hidup dan kehidupannya terasa indah karena berbekal kesadaran diri dan kesabaran serta iman yang mantap.

Leave a Reply

Top