You are here
Home > Islam > Fiqh > Mendulang Pahala di Bulan Ramadhan Yang Mulia

Mendulang Pahala di Bulan Ramadhan Yang Mulia

Bulan Ramadhan yang kita tunggu kedatangannya sudah kita masuki, panggilan Tuhan untuk orang yang bertaqwa untuk berpuasa di siang hari Ramadhan menjadi motivasi untuk terpanggil dengan sebutan orang bertaqwa.

Ramadhan sebagai bulan yang diwajibkan untuk berpuasa bagi orang yang bertaqwa memiliki banyak keutamaan atau fadhilah yang harus kita bisa raih dan capai di tiap tahunnya hingga berakhirnya Ramadhan itu.

Sebagaimana kita ketahui puasa mengajarkan kita untuk bisa menahan diri untuk makan minum, bersenggama bagi suami istri dan melakukan perbuatan tercela di siang hari, hal ini mengajarkan bahwa seyogyanya kita sebagai orang Islam harus bisa mengontrol diri terhadap sesuatu yang diperbolehkan tetapi harus sesuai aturan Tuhan.

Selain puasa yang memiliki banyak keutamaan, kita juga dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an baik siang maupun malam di bulan Ramadhan, orang membaca Al-Qur’an bagaikan seseorang yang berbicara dengan Tuhan karena Al-Qur’an merupakan Kalamullah yang diwahyukan langsung Allah untuk Rasulullah melalui Malaikat Jibril as.

Kita juga dianjurkan dalan bulan Ramadhan untuk memperbanyak bersedekah, karena sedekah merupakan sikap kita untuk bisa berempati dengan saudara-saudara kita. Sedekah paling sederhana adalah senyuman, dengan menebar senyuman untuk saudara kita ketika bertemu bernilai sedekah apalagi di bulan Ramadhan kita menunjukkan wajah yang manis dengan murah senyum tentunya pahala sedekah dari senyuman kita mendapat pahala disisi-Nya.

Berbagi senyuman itu bernilai sedekah, tetapi hendaknya tidak cuma itu. Memperbanyak bersedekah dengan memberi santunan kepada saudara-saudara kita yang memerlukan hal inilah yang hendaknya dilakukan oleh setiap orang Islam yang berpuasa apalagi yang merasa terpanggil sebagai orang betaqwa untuk berpuasa.

Pada malam di bulan Ramadhan, kita disuruh untuk melakukan shalat Tarawih dan Witir. Memang hal tersebut amalan sunah, tetapi balasan pahalanya begitu besar. Sungguh rugilah seseorang yang menemui bulan Ramadhan tetapi tidak melaksanakan Shalat Tarawih dan Witir walaupun di siang harinya dia berpuasa.

Banyaknya berbagai kebajikan dan kebaikan yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan ini, hendaknya dimanfaatkan dengan maksimal karena Ramadhan merupakan bulan untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya, karena hidup di dunia ini sebentar dan bekal untuk menjalani hidup di akhirat nanti cuma dengan amal ibadah kita saja. Momentum Ramadhan menjadi sarana kita bisa memperbanyak amal dan mendulang pahala harus dimanfaatkan.

Bagian akhir mendulang pahala di bulan Ramadhan ada pada sepuluh hari akhir, karena disana terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Jika beribadah di malam itu pahalanya setara dengan seribu bulan atau sekitar delapan puluh tiga tahun.

Sepuluh akhir bulan Ramadhan biasanya paling ditunggu-tunggu karena nilai ibadah dilipatkgandakan juga bisa bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Ada pendapat Ulama, walaupun tidak berjumpa dengan Lailatul Qadar tetapi beribadah di malam tersebut maka tetap akan mendapat ganjaran pahala seribu bulan.

Allah sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang memberikan keutamaan di bulan Ramadhan untuk hamba-hamba-Nya, walaupun siang hari tidak makan minum dan harus mengontrol diri dari perbuatan yang membatalkan puasa tetapi ganjaran dan lahan untuk menuai serta mendulang pahala di bulan Ramadhan begitu besar.

Terakhir dalam tulisan ini, Ramadhan juga mengetuk hati kita orang beriman untuk memperbanyak doa. Mintalah hanya kepada Allah tentang berbagai keinginan dan tujuan yang ingin dicapai. Allah akan membalas dan mengabulkan doa kita disaat yang terbaik untuk kita.

Leave a Reply

Top