You are here
Home > Inspirasi > Meneladani Akhlak Rasulullah SAW.

Meneladani Akhlak Rasulullah SAW.

Setiap tahunnya sebagian besar umat Islam memperingati hari kelahiran nabi akhir zaman yaitu Muhammad Rasulullah SAW pada  tanggal 12 Rabiul Awwal pada penanggalan hijriyah atau menurut peredaran bulan.

Dalam tulisan ini, akan mengangkat satu topik sederhana tapi perlu menjadi perhatian kita semua jika dihubungkan dengan masyarakat secara umum yang katanya modern dan berkemajuan tetapi banyak yang masih perilakunya tidak mencerminkan sikap yang patut dipertontonkan dikhalayak orang banyak.

Akhlak merupakan sesuatu fitrah bawaan lahir manusia, namun akhlak dalam kenyataannya bisa dibentuk juga melalui lingkungan dan latihan diri agar bisa berubah.

Rasulullah SAW. sebagaimana kita ketahui diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Kenapa harus akhlak???

iman-dan-akhlakAkhlak atau perilaku atau perbuatan manusia mencerminkan diri manusia itu sendiri. Sehingga jika akhlaknya baik maka perbuatan dan kebiasaannya pun biasanya baik. Bertolak belakang dengan jika yang nampak akhlaknya buruk orang pasti akan berpikir segalanya buruk.

Rasulullah tidak sekedar mengajarkan tentang akhlak tetapi juga mencontohkan dalam kepribadian sehari-hari beliau, sebagaimana contoh:

  1. Beliau menganjurkan untuk berbagai, yang beliau contohkan setiap hari apa yang beliau miliki diberikannya untuk orang lain agar tidak ada tersisa uang yang sempat menginap di rumah. Nampak pengorbanan beliau agar menjadi teguran pada manusia bahwa di luar sana banyak orang yang tidak berpunya bahkan kelaparan yang perlu diperhatikan.
  2. Beliau menganjurkan menghormati orang tua dan mencintai anak kecil. Rasulullah melihat ada pengemis tua yang buta padahal orangnya Yahudi tidak tanggung-tanggung memberi makan Yahudi itu setiap hari, padahal Yahudi itu sering menghina Rasul tetapi tidak tahu bahwa yang menyuapinya tiap hari adalah yang dihinanya. Setelah Rasul wafat dan si Yahudi tahu bahwa yang dihinanya setiap hari adalah yang memberi makannya maka si Yahudi menangis dan masuk Islam. Menghormati orang yang berbeda keyakinan saja sebegitu besar apalagi yang seiman. Begitupun anak-anak sangat dicintai Rasul hingga generasi sepeninggal beliau menjadi generasi yang kuat dan unggul dalam berbagai bidang.
  3. Beliau menganjurkan agar umat Islam selalu mohon ampun pada Allah. Beliau sendiri yang sudah menjamin ampunan dari Allah, membiasakan minimal 70-100 kali beristighfar ditambah munajat beliau di shalat-shalat malam meminta ampunan Tuhan. Karena beliau sadar umat manusia ini dalam kehidupannya sering tidak sadar melakukan dosa baik yang nampak maupun tidak nampak.

Pelajaran demi pelajaran semasa Rasulullah hidup tercatat dalam sejarah Islam baik yang dibukukan melalui Hadits-hadits maupun dalam ingatan para sahabat yang diajarkan pada generasi berikutnya.

Makanya, kita akan melihat bahwa umat Islam yang kuat bukan umat Islam yang mempertontonkan kekerasan tetapi menampakkan Islam yang saling berkasih sayang dalam keberagaman, karena itu merupakan inti dari akhlak seorang Islam yang sesungguhnya.

akhlak-muliaBanyak kita melihat orang tua kita dulu mendidik anak dengan mencontohkannya secara langsung sehingga akan mengena dan akan diingat selalu oleh kita agar bisa berkepribadian yang baik dan luhur.

Membicarakan Islam tentu tidak bisa dilepaskan dari membicarakan akhlak orang Islam. Sehingga jika orang Islam menunjukkan kedamaian, ketentraman dan kesejukan dalam hidup maka itulah ajaran Islam yang memang harus digali oleh orang luar.

akhlak islamIslam merupakan rahmatan lil ‘alamiin, membawa rahmat untuk sekalian alam. Artinya tidak cuma untuk orang Islam saja, melainkan untuk semua manusia di dunia ini. Yang tercermin dalam akhlak orang Islam sendiri dalam mengemban misinya sebagai khalifah Allah dipermukaan bumi ini.

Leave a Reply

Top