You are here
Home > Islam > Fiqh > Menyambut Ramadhan Dengan Hati Bersih Agar Menjadi Fitri Pada Akhirnya

Menyambut Ramadhan Dengan Hati Bersih Agar Menjadi Fitri Pada Akhirnya

Ramadhan yang merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan di dalamnya saat ini berada diambang pintu untuk kita bisa memasukinya. Sudah siapkah kita menyambutnya???

Semua orang Islam memang diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, tetapi yang dipanggil untuk berpuasa dalam firman Allah adalah orang yang bertakwa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang sudah kita hafal dari sejak kecil.

Orang yang bertakwa ketika dipanggil untuk berpuasa di bulan Ramadhan tentu mempersiapkan dirinya dengan bekal yang cukup seperti membuat rencana apa yang akan dilakukannya untuk mengisi Ramadhan dengan amal ibadah agar waktu-waktunya menjadi bermanfaat dan lebih berkah karena amalan sunnah dibalas wajib dan amalan wajib dilipatkan gandakan sampai tujuh puluh kali lipat.

Berbeda dengan cuma dengan orang yang merasa beragama Islam, mereka menyambut dengan gembira karena makanan akan banyak tersedia sehingga bisa memuaskan seleranya setelah berpuasa dan juga pasar menjadi ramai karena barang yang dijual beranekaragam terlebih mau mendekati hari raya menjadi kesempatan bagus untuk berbelanja karena mendapatkan THR dari tempat kerjanya.

Dari contoh sederhana di atas, nampak sungguh beruntunglah orang yang merasa terpanggil menjadi orang bertakwa karena mereka sadar bahwa bulan Ramadhan menjadi bulan latihan untuk mengosongkan perut dan hawa nafsunya sehingga jiwanya menjadi terlatih untuk berempati, banyak meluangkan beribadah dan terus memperdalam pengetahuan keagamaan agar kehidupannya menjadi bermanfaat.

Orang yang bertakwa yang dipanggil Tuhan untuk berpuasa tentu berusaha membersihkan dirinya dari sikap-sikap negatif agar jiwanya lebih bersih sehingga ketika Ramadhan datang, jiwanya menjadi nyaman dan sangat menikmati dalam mengisi Ramadhan dengan amal ibadah seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, membantu orang lain, belajar tentang keagamaan, dan nanti di akhir Ramadhan menunaikan ibadah zakat fitrah.

Akhirnya, marilah kita menjadi orang yang bertakwa ketika merasa dipanggil Tuhan untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan, karena orang bertakwa pastilah orang Islam yang dipilih Tuhan dan diberikan kemulian oleh Tuhan dibandingkan cuma sekedar orang yang merasa beragama Islam tetapi cuma sekedar menggugurkan kewajiban saja dalam berpuasa.

Moment berpuasa dalam bulan suci Ramadhan menjadi bulan latihan dan introspeksi kita dalam setahun yang tenggelam dalam kesibukan dunia untuk tetap menjaga kualitas iman kita agar menjadi lebih berkualitas.

 

Leave a Reply

Top