You are here
Home > Inspirasi > Sinergi Pikiran dan Emosi Dalam Kehidupan

Sinergi Pikiran dan Emosi Dalam Kehidupan

Manusia dibekali Tuhan dengan akal sehingga bisa berpikir dalam menentukan tindakannya. Pikiran manusia sejak lahir akan menangkap secara visual apa yang dilihatnya dan merekam sebagai informasi dalam dirinya.

Informasi yang telah terekam dalam otak ketika menghadapi sesuatu menyebabkan manusia berpikir dengan mengingat informasi yang telah diterimanya. Seperti seorang anak yang sebelum ujian membaca buku terlebih dahulu dan ketika ujian otaknya akan berpikir untuk mengingat yang telah dibacanya sehingga dia bisa menjawab dengan benar sesuai kemampuannya.

Dalam kehidupan manusia harus berpikir kritis dan maju agar hidupnya lebih baik, dalam hal ini jangan sampai waktu terbuang begitu saja tanpa ada sesuatu yang bisa dicapai untuk kehidupannya.

Pikiran yang telah mendapatkan informasi yang tepat akan mengarahkan manusia berpikir maju dan ingin selalu meraih sesuatu yang diinginkannya. Hal itu positif saja selama tidak merugikan orang lain, tetapi manusia hendaknya sadar bahwa kemampuannya berkembang disebabkan pikirannya yang maju sehingga bisa berbuat dan bertindak yang tepat dan benar haruslah juga mendatangkan manfaat bagi orang lain.

Ketika manusia susah payah mencapai keinginannya dan berhadapan dengan seseorang yang memerlukan bantuan, jika akalnya sehat tentulah pikirannya akan bersinergi dengan emosi sehingga muncullah empati untuk membantu sesama dalam kehidupan.

Berpikir membuat manusia menjadi maju karena bisa berbuat yang lebih disebabkan dari pengalaman dan pengetahuan yang telah didapatnya sehingga otaknya bisa menyerap berbagai informasi untuk mengembangkan dirinya.

Sedangkan, emosi muncul dari diri seseorang yang banyak dipengaruhi oleh suasana hati tiap individu dalam kehidupan. Emosi memerankan perannya ketika manusia dihadapkan akan pilihan yang membuat jiwanya harus rela mengeluarkan harta atau tenaga untuk kepentingan orang lain. Ego manusia atau keakuan dalam diri manusia akan tidak terkontrol jika emosinya hanya mementikan diri sendiri dan tidak memperdulikan orang lain.

Emosi harus dilatih dan dibiasakan terpengaruh akan hal positif agar pikirannya pun mengarah pada hal-hal yang baik. Sebaliknya jika emosi tak terkontrol dan dipengaruhi hal-hal negatif dapat dipastikan manusia itu menjadi sombong, angkuh dan cuma mementingkan dirinya sendiri.

Adanya sinergi berpikir dengan emosi bisa menghantarkan manusia pada stabilitas kepribadian yang sempurna. Maksudnya kehidupan manusia berlandaskan dalam pemikiran yang positif dan emosinya mengarahkannya pada hal-hal yang baik dan bermanfaat tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi kepentingan orang banyak.

Leave a Reply

Top