Berbaik Sangka Dengan Takdir Tuhan

Berbicara takdir tentu kita akan tersadar bahwa setiap kejadian yang terjadi dan kita rasakan tentu pasti ada yang mengaturnya yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam takdir itu sepenuhnya berada dalam kekuasaan Tuhan, tetapi ada juga takdir yang kita bisa berubahnya dalam arti kita berdo’a dan bertawakal, seperti kita kalau berusaha untuk makan tentu akan kenyang padahal takdir umumnya jika yang tidak makan akan kelaparan.

Disinilah peran pemahaman agama terkait takdir bagi seseorang yang beragama dalam keimanan bahwa penting dalam dirinya dalam kehidupan memahami takdir Tuhan, karena kita tidak mungkin berpasrah saja tetapi juga tetap ada usaha dan bertawakal dengan Tuhan. Tetapi kita bukan juga termasuk orang yang cuma bekerja dengan melupakan kuasa Tuhan yang mengatur segala alam semesta ini.

Terkait dengan situasi sekarang bahwa dunia sekarang menyebarnya virus corona covid-19 yang telah dinyatakan WHO sebagai pandemik yang berdampak secara global, tak luput pula Indonesia pun terkena wabah ini.

Meningkatnya penyebarannya di Indonesia membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) memfatwakan bahwa shalat Jum’at ditiadakan dan diganti dengan shalat Dzuhur dan juga mendukung protokol pemerintah agar menerapkan social distancing atau menjaga jarak dengan orang lain termasuk melakukan acara keagamaan dengan mengumpulkan jamaah atau orang banyak, oleh sebab itu disarankan beribadah di rumah saja agar bisa memutuskan penularan virus.

Bagi orang awam fatwa tersebut seperti membatasi kebebasan beragama atau beribadah, padahal agama itu menekankan keamanan diri dan jiwa dalam beribadah. Islam mengajarkan agar memelihara jiwa, suatu yang haram akan menjadi halal ketika berkaitan dengan keselamatan jiwa. Oleh karena, berpikir jernih-lah dalam situasi yang darurat dengan melihat korban yang sudah dinyatakan positif semakin meningkat ditambah masyarakat kita yang masih belum disiplin untuk bisa ber-diam di rumah untuk membatasi kontak dengan orang lain agar bisa menekan penyebaran virus corona covid-19. (Baca juga : Bersikap Sewajarnya Menunjukkan Kontrol Diri Yang Kuat)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) terdiri dari semua unsur organisasi keagamaan yang tentu tidak diragukan pemahamahan agamanya dalam mengeluarkan fatwa terkait virus corona covid-19 ini. Terlebih bagian fatwa MUI tidak bisa memutuskan berdasarkan pikiran pribadi tetapi tetap berdasarkan dalil-dalil kemaslahatan orang banyak.

Ada kaidah hukum : “Mencegah mafsadat diutamakan daripada mencari manfaat. Bisa kita maknai dengan situasi sekarang bahwa jangan menambah kerusakan atau ikut-ikutan menguatkan penyebaran virus lebih baik daripada bersikap keras kepala untuk tetap berkumpul dengan orang banyak di luar atau dalamruangan ataupun juga keluar rumah walaupun sekedar alasan silaturrahmi karena itu ibadah.

Di saat inilah kita umat beragama harus berbaik sangka dengan takdir Tuhan karena tentulah ada hikmah dalam pelajaran yang bisa kita ambil agar kita bisa menjaga diri kita lebih baik dan sebagai ikhtiar untuk memutus penularan virus corona covid-19 ini.

Dengan berbaik sangka akan membiasakan diri agar bisa menjaga hati untuk tetap selalu berpikir terhadap takdir Tuhan terhadap diri agar selalu berusaha untuk memperbaikinya. (Baca juga : Jagalah Hati Dengan Dzikir dan Berpikir Positif)

Semoga kita cepat terlepas dari penularan virus corona covid-19 khususnya baik di Indonesia dan semua negara secara umumnya. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*