Mengambil Makna Dari Hari Yang Fitri

Alhamdulillah kita telah bisa melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadhan dengan sedikit berbeda dengan Ramadhan di tahun sebelumnya, semoga intensitas ibadah kita tetap berkualitas dalam penilaian Yang Maha Kuasa. Aamiin

Setelah berpuasa selama sebulan tibalah hari yang dinanti yaitu Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Semoga kita pun menjadi fitri dan suci dari dosa-dosa karena diampuni oleh Tuhan Nan Kuasa.

Banyak pelajaran yang berharga kita dapatkan selama Ramadhan tahun ini, begitu pula kita bisa mengambil makna dari hari yang fitri di Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Dalam tulisan ini setidaknya penulis memuat dua makna yang bisa bisa kita ambil dalam memaknai hari yang fitri tahun ini.

1. Keinginan Kita Akan Berkah Jika Diridhai Tuhan

Tindakan apa pun yang kita lakukan sebagai dorongan diri yang berasal dari akal dan keinginan nafsu adalah fitrah dalam kehidupan manusia, tetapi harus disaring atau filter dengan ilmu dan pengetahuan.

Adanya ilmu dan pengetahuan merupakan anugerah Tuhan agar manusia tidak berbuat sekehedaknya melainkan tetap ada aturan yang mengarahkan sesuai ridha Ilahi.

Ketika yang dilakukan karena didasari pengetahuan maka arah tindakannya agar mengandung keberkahan. Dari keberkahan itulah melahirkan keridhaan Tuhan sehingga tindakan yang berdasar keinginan mendatangkan kebaikan dalam kehidupan. (Baca juga : Menggapai Keberkahan Hidup Dalam Moment Hari Yang Fitri)

2. Kesadaran Bahwa Ketentuan Tuhan Bermanfaat Untuk Kita

Manusia yang sering melakukan kesalahan harus sering pula disadarkan agar bisa menyadari kesalahannya. Kasih sayang Tuhan terlihat dari teguran yang muncul agar segera sadar dan memperbaiki kesalahannya.

Adakalanya yang diinginkan manusia ternyata tidak kesampaian lalu muncul sedikit kekecewaan, setelah lama berlalu dirinya tersadar bahwa untung saja tidak mendapatkan yang diinginkan pada waktu yang dulu karena sekarang dirinya merasakan keinginannya itu tidak membawa ke arah yang lebih baik, justru jika dimilikinya diri akan semakin terbebani dan jauh dari Tuhan.

Adanya kesadaran bahwa ketentuan Tuhan itu yang paling bermanfaat untuk diri manusia akan menjadikan diri tetap melakukan sesuatu dengan usaha dan ikhtiar yang kuat karena dirinya yakin semuanya pasti tercatat disisi Tuhan sehingga tidak perlu khawatir hasil akhir yang akan didapat.

Dari dua hal di atas kita bisa mengambil makna dari Hari Yang Fitri ini bahwa kita perlu keridhaan Tuhan agar hidup kita menjadi lebih berkah dan juga kita harus sadar ketentuan Tuhan itulah yang terbaik untuk kita.

Banyak yang bisa kita ambil dalam mengambil makna dari Hari Yang Fitri tetapi cukuplah dua hal saja yang penulis tuangkan dalam tulisan ini karena pengalaman penulis pribadi dalam merasakan kedua hal tersebut.

Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik, selalu dalam petunjuk-Nya, haus akan menambah pengetahuan, meluruskan niat dalam beramal dan bahagia di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*