Persiapan Diri Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

Tak terasa kita beberapa hari lagi akan memasuki bulan yang mulia dan dinantikan oleh semua umat Islam di seluruh dunia yaitu bulan Ramadhan dalam penanggalan tahun hijriyah berdasarkan peredaran bulan, kalau tahun masehi berdasarkan peredaran matahari.

Sebagaimana menyambut tamu, tentulah kita menyiapkan berbagai persiapan agar bisa memberikan yang terbaik kepada tamu yang datang. Begitulah seyogyanya kita menyambut bulan Ramadhan yang mulia agar nantinya selama satu bulan kita memberikan yang terbaik di dalamnya, khususnya aktivitas ibadah dengan lebih maksimal dibandingkan bulan lain agar meraup berkah di bulan Ramadhan ini.

Persiapan diri yang bisa dilakukan dalam menyambut Ramadhan adalah sebagai berikut:

1. Meluruskan Niat

Memantapkan diri dengan memasang niat yang lurus akan mendorong diri agar bersifat yang lurus pula, karena niat adalah pondasi dalam melakukan sesuatu.

Sebagaimana kita ketahui niat adalah awal dalam beribadah, begitupula bulan Ramadhan yang didalamnya siangnya diisi dengan berpuasa dan memasang niatnya di waktu malam atau sebelum waktu imsak.

2. Bertaubat

Tak ada manusia yang terlepas dari dosa, baik dosa fisik maupun batin. Oleh karennya kita dianjurkan bahkan ada menyebutnya wajib bertaubat karena kita mungkin tidak sadar melakukan dosa. Taubat yang umum bisa dilakukan dengan ber-istighfar dan memperbanyak amal shaleh.

Rasulullah SAW. dalam diriwayatkan membaca Istighfar minimal 70 kali atau dalam riwayat yang lain 100 kali dalam sehari. Panutan kita Nabi yang mulia saja selalu ber-istighfar setiap hari yang merupakan orang maksum atau terlepas dari dosa, apalagi kita yang tak ada jaminan tentu saja harusnya harus lebih banyak lagi ber-istighfar atau bertaubat.

Dengan membersihkan diri dengan taubat, semoga dalam menjalani ibadah bulan Ramadhan menjadikan keimanan dan ketaqwaan kita lebih meningkat dan selalu ingat sebagai hamba Tuhan yang memerlukan ampunan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. (Baca juga : Menyambut Ramadhan Dengan Hati Bersih Agar Menjadi Fitri Pada Akhirnya)

3. Menargetkan Ibadah

Bulan Ramadhan yang memiliki berbagai keutamaan harus dimanfaatkan dengan maksimal. Oleh karena itu, kita harus membuat target ibadah apa saja yang bisa dilakukan seperti bisa meng-khatamkan Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, bisa melakukan qiyamul lail dan lain sebagainya.

Apapun ibadah yang dilakukan dalam bulan Ramadhan berlipat ganda, yang ibadah wajib dilipatkan sampai 70 kali lipat dan yang ibadah sunah dilipatkan seperti ibadah wajib pahalanya. Ganjaran pahala yang mendorong motivasi untuk meningkatkan kuantitas ibadah umat islam. (Baca juga : Mendulang Pahala di Bulan Ramadhan Yang Mulia)

4. Mengurangi Aktivitas Sia-sia

Sering terjadi ketika Ramadhan cuma diisi dengan hal yang tidak bermanfaat bahkan sia-sia. Dalam beraktivitas ketika lelah karena berpuasa dalam Ramadhan lebih baik beristirahat, ketika ada waktu luang bisa digunakan untuk membaca buku atau melakukan hal yang bermanfaat.

Kegiatan nongkrong dengan pembicaraan sia-sia, keluruyan tidak jelas, cuma bermain game atau hal lain hendaknya bisa dikendalikan karena Ramadhan memiliki banyak keutamaan dan cuma ada satu bulan setiap tahun. Ketika masih diberikan nikmat umur dan kesehatan hendaknyalah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

5. Mengharapkan Ridha Allah

Inti dari semua ibadah adalah mengharap ridha Allah, adapun pahal itu cuma bonus dan motivasi untuk makhluk untuk melakukan ibadah.

Ketika mengaharapkan ridha Allah, walaupun berpuasa di siang hari dengan cuaca yang panas hati akan ikhlas menjalaninya hingga waktu berbuka tiba. Walupun mata masih mengantuk dipaksakan diri untuk bangun bersahur karena sahur sunah bagi yang akan berpuasa untuk memberikan asupan gizi dan tenaga dalam berpuasa. Walaupun tetap sibuk dengan aktivitas bisa menyempatkan untuk membaca Al-Qur’an bahkan bisa mengkhatamkannya dalam bulan Ramadhan.

Jika tidak dengan mengharap ridha Allah kekuatan melakukan berbagai hal di atas yang telah disebutkan untuk ukuran manusia akan terasa sangat berat, oleh karenanya dengan niat yang lurus dan keikhlasan mengharap ridha Allah jiwa dan diri akan melakukannya tanpa merasa terbebani. (Bca juga : Memaknai Ramadhan Agar Lebih Bermakna)

Dengan adanya persiapan diri dalam menyambut Bulan Ramadhan semoga amal ibadah kita semakin meningkat tidak cuma secara kuantitas tetapi juga lebih berkualitas karena memang dipersiapkan dengan kesiapan yang matang.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*